Sabtu, 30 Maret 2013

Rangkuman Makalah Ekonomi Pembangunan

RANGKUMAN EKONOMI PEMBANGUNAN II

BAB I
KONSEP EKONOMI PEMBANGUNAN


A. KONSEP EKONOMI PEMBANGUNAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

EKONOMI PEMBANGUNAN
Suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut supaya negara-negara berkembang dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi.

PEMBANGUNAN EKONOMI
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya, atau Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang

B. PERHATIAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI

Sebelum PADA II para ilmuwan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi, karena faktor-faktor sebagai berikut:
1 Masih banyak negara sebagai negara jajahan
2 Kurang adanya usaha dari tokoh masyarakat untuk membahas pembangunan ekonomi. Lebih mementingkan usaha meraih kemerdekaan dari penjajah.
3 Para pakar ekonomi lebih banyak menganalisis kegagalan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran (depresi berat)
Pasca PADA II, banyak negara memperoleh kemerdekaan (antara lain: India, Pakistan, Phillipina, Korea & Indonesia), perhatian terhadap pembangunan ekonomi mulai berkembang disebabkan oleh :
1 Negara jajahan yang memperoleh kemerdekaan
2 Berkembangnya cita-cita negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalannya di bidang ekonomi.
3 Adanya keinginan dari negara maju untuk membantu negara berkembang dalam mempercepat pembangunan ekonomi.

C. PENGGOLONGAN NEGARA

Berdasarkan pada tingkat kesejahteraan masyarakat:
a. Negara Dunia I (Negara Maju)
Eropa Barat (Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Jerman Barat)
Amerika Utara (USA, Kanada)
Australia, New Zeland dan Jepang
b. Negara Dunia II (Negara Maju):Eropa Timur (Rusia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia)
c. Negara Dunia III (Negara Sedang Berkembang/Negara Selatan): Sebagian besar Asia (kecuali Jepang), Afrika, Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan).
Berdasarkan pada tingkat pendapatan perkapita
a. Negara Maju adalah > US$ 2.000
b. Negara Semi Maju adalah > US$ 400
c. Negara Miskin adalah ≤ US$ 400

Analisis Ekonomi Pembangunan = Permasalahan Negara Sedang Berkembang.

D. TUJUAN ANALISIS EKONOMI PEMBANGUNAN:

1 Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan.
2 Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan.
3 Mengemukakan cara-cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi sehingga mempercepat jalannya pembangunan.

E. BIDANG-BIDANG PENTING YANG DIANALISIS DALAM EKONOMI PEMBANGUNAN:

1 Masalah pembentukan modal (investasi)
2 Masalah perdagangan luar negeri (ekspor & impor)
3 Masalah pengerahan tabungan.
4 Masalah bantuan luar negeri
5 Masalah dalam sektor pertanian atau industri
6 Masalah pendidikan dan peranannya dalam menciptakan pembangunan.


BAB II
PEMBANGUNAN EKONOMI & PERTUMBUHAN EKONOMI

A. PENGERTIAN

PEMBANGUNAN EKONOMI
-Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat
-Pertambahan GDP > tingkat pertambahan penduduk
-Peningkatan gdp dibarengi dengan perombakan struktur ekonomi tradisional ke modernisasi
-Pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi Negara yang bersangkutan.

PERTUMBUHAN EKONOMI
Kenaikan GDP tanpa memandang tingkat pertambahan penduduk dan perubahan struktur organisasi ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi menyatakan perkembangan ekonomi negara maju.

B. SEBAB-SEBAB PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI:
1 Keinginan negara untuk mengejar ketinggalan
2 Pertumbuhan penduduk
3 Adanya keharusan negara maju untuk membantu Negara yang bersangkutan
4 Adanya perikemanusiaan terhadap Negara yang bersangkutan.

C. METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Metode Produksi
2. Metode Pendapatan
3. Metode Pengeluaran

D. 12 SEKTOR PRODUKTIF PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL:
1 Pertanian
2 Industri pengolahan
3 Pertambangan dan galian
4 Listrik
5 Air dan gas
6 Bangunan
7 Pengangkutan dan komunikasi
8 Perdagangan
9 Bank dan lembaga keuangan
10 Sewa rumah
11 Pertahanan
12 Jasa lainnya

E. CARA PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

1. Pendapatan Nasional Harga Berlaku (Nominal)
2. Pendapatan Nasional Harga Tetap (Riil)


BAB III
INDIKATOR PEMBANGUNAN


PENDAPATAN PERKAPITA PERTAHUN PERLU DIKETAHUI UNTUK:

1. Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari masa ke masa
2. Membandingkan laju perkembangan ekonomi antara berbagai negara
3. Melihat berhasil tidaknya pembangunan ekonomi suatu negara.

TINGKAT PENDAPATAN PERKAPITA TIDAK SEPENUHNYA MENCERMINKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN DAN TINGKAT PEMBANGUNAN SUATU NEGARA, KARENA :

1. Kelemahan-kelemahan yang bersumber dari ketidaksempurnaan dalam menghitung pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.
2. Kelemahan-kelemahan yang bersumber dati kenyataan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat bukan saja ditentukan oleh tingkat pendapatan mereka tetapi juga oleh faktor-faktor lain.

Kelemahan AD 1.
a. Kelemahan metodologis & statistis dalam menghitung pendapatan perkapita dalam nilai mata uang sendiri maupun mata uang asing.
b. Terjadi penafsiran yang salah / terlalu rendah terhadap negara miskin karena jenis-jenis kegiatan di negara miskin terdiri dari unit-unit kecil dan tersebar di berbagai pelosok shg tidak dimasukkan dalam variabel perhitungan pendapatan nasional.
c. Nilai tukar resmi mata uang suatu negara dengan valuta asing tidak mencerminkan perbandingan harga kedua negara, walaupun dalam teori dikatakan nilai tukar ini menyatakan harga.

Kelemahan AD 2
Faktor-faktor lain menentukan pendapatan dari tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara
1. Faktor Ekonomi :
a) Struktur umur penduduk
b) Distribusi pendapatan tidak merata, sebagian tidak menikmati hasil pembangunan.
c) Corak pengeluaran masyarakat berbeda
d) Masa lapang / waktu senggang tinggi
e) Pembangunan ekonomi tdk hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga harus mengurangi jumah pengangguran.

2. Faktor non ekonomi :
a) Pengaruh adat istiadat
b) Keadaan iklim dan alam sekitar
c) Ketidakbebasan bertindak dan mengeluarkan pendapat dan bertindak

A. INDIKATOR PEMBANGUNAN MONETER
1. Pendapatan Perkapita
2. Indikator Kesejahteran Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare)
Diperkenalkan William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indicator ekonomi yang lebih baik, dgn dua cara:
a. Koreksi Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sector informal.
b. Koreksi Negatif: Kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan

B. INDIKATOR PEMBANGUNAN NON MONETER
1. Indikator Sosial
Oleh Backerman ; dibedakan 3 kelompok :
a) Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional, dipelopori oleh Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
b) Penyesuaian pendapatan masyarakat dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga berbagai negara.
c) Usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dari setiap negara berdasarkan data yang tdk bersifat moneter (non monetary indicators).
Indikator non moneter yang disederhanakan (modified non-monetary indicators).

2. Indeks Kualitas Hidup dan Pembangunan Manusia
Morris D: Physical Quality of Life Index (PQLI) Indeks Kualitas Hidup (IKH) yaitu gabungan tiga faktor : tingkat harapan hidup, angka kematian dan tingkat melek huruf. Sejak thn 1990 UNDP mengembangkan indeks pembangunan manusia (Human Development Index = HDI) : (1) Tingkat harapan hidup (2) Tingkat melek huruf masyarakat dan (3) Tingkat pendapata riil perkapita masyarakat berd. Daya beli masing-masing negara. Besarnya indeks 0 s/d 1. Semakin mendekati 1 berarti indkes pembangunan manusianya tinggi demikian sebaliknya.

3. Indikator Campuran
BPS: Indikator Kesejahteraan Rakyat Susenas Inti (Core Susenas) Pendidikan: tingkat pendidikan, tingkat melek huruf & tingkat partisips pendidikan
a) Kesehatan: rata-rata hari sakit, fasilitas kesehatan
b) Perumahan: sumber air bersih & listrik, sanitasi & mutu rumah
c) Angkatan kerja: partisipasi tenaga kerja, jml jam kerja, sumber penghasilan utama, status pekerjaan
d) Keluarga Berencana dan Fertilisasi: Penggunaan ASI, tingkat imunisasi, kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran, penggunaan alat kontrasepsi
e) Ekonomi: tingkat konsumsi perkapita
f) Kriminalitas: Jumlah pencurian pertahun, jumlah pembunuhan pertahun, jumlah perkosaan pertahun.
g) Perjalanan wisata: frekuensi perjalanan wisata pertahun
h) Akses di media massa: jumlah surat kabar, jumlah radio dan jumlah televisi


BAB IV
TEORI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI


A. MAZHAB HISTORISMUS
Pola pendekatan pembangunan ekonomi yang berpangkal pada perspektif sejarah
Bersifat induktif empiris.
Fenomena ekonomi : Perkembangan, Menyeluruh & tahap tertentu dalam sejarah.
Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX.

1. FRIEDRICH LIST (TAHUN1840)
Pelopor Historismus: Eksponen Nasionalisme Ekonomi
Bahaw Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan cara produksi :
1. Tahap primitip
2. Tahap Beternak
3. Tahap Pertanian
4. Industri Pengolahan (Manufacturing)
5. Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan

2. BRUNO HILDEBRAND (1848)
Terjadi Evolusi dalam masyarakat
Kritik terhadap List: Bahwa Pembangunan Ekonomi bukan dari cara produksi / cara konsumsi.
Tetapi cara distribusi, yaitu :
1. Perekonomian Barter (Natura)
2. Perekonomian Uang
3. Perekonomian Kredit
Kelemahan Teori Bruno :
1) Tidak jelas proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya
2) Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi.

3. KARL BUCHER
Sintesa Pendapat List dan Bruno
Perkembangan Ekonomi. Ada 3 tahap:
1. Produksi untukk kebutuhan Sendiri (subsistence)
2. Perekon. Kota dimana pertukaran sudah meluas
3. Perekon. Nas. Dimana peran pedagang menjadi semakin penting

4. WALT WHITMAN ROSTOW (WW. ROSTOW)
Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli
Artikel: Economics Journal (Maret 1956) dimuat dalam Buku The Stages of Economics Growth (1960).
Menurut WW Rostow, Pembangunan Ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan:
a. Perubahan orientasi ekonomi, politik dan social yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
b. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil
c. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tdk produktif menjadi investasi yang produktif
d. Perubahan sikap hidup dari adat istiadat yang kurang merangsang pembangunan Ekonomi missal kurang menghargai waktu kerja dan orang lain
WW Rostow membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :

1. Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitive
Tingkat produktifitas masyarakat rendah : utk sector pertanian
Struktur social hirarkis: mobilitas vertical masyarakat kecil; kedudukan masy tidak berbeda dengan nenek moyang.
Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.

2. Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off)
Masa transisi masyarakat mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth).
Tahap ini memiliki 2 corak berbeda :
Tahap Prasyarat Tinggal landas yang dialami negara Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika : perombakan terhadap masyarakat tradisional yang sudah ada untuk mencapai tahap tersebut.
Tahap Prasyarat Tinggal landas yang dialami negara born free (daerah imigran) (Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru): tanpa harus merubah sistim masyarakat tradisional yang sudah ada.

3. Tahap Tinggal Landas (The Take-Off)
Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, Kemajuan pesat dalam inovasi atau terbukanya pasar-pasar baru.

3 ciri utama negara yang mencapai Tahap Tinggal Landas:
1. Kenaikan investasi produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari PNB (Nett National Product).
2. Berkembangnya satu atau beberapa sector industri pemimpin (leading sector) dgn tingkat pertumbuhan tinggi
3. Tercapainya suatu kerangka dasar politik, social dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

4 faktor untuk menciptakan leading sector:
Harus ada kemugkinan perluasan pasar bagi barang-barang yang diproduksi yang mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan cepat dalam sektor tersebut harus dikembangkan teknik produksi yang modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas.
Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sector pemimpin
Pembangunan dan transformasi teknologi sector pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sector-sektor lain.


Urutan Negara Lepas Landas & Leading Sector (WW Rostow) : (Masa Tinggal Landa: 20 – 25 tahun) :

No Urut Negara Tahun Leading Sector
1 Inggris 1783-1802 Industri Tekstil
2 Perancis 1830-1860 Jaringan KA
3 Belgia 1833-1860 Jaringan KA
4 USA 1843-1860 Jaringan Jalan KA
5 Jerman 1850-1873 Jaringan Jalan KA
6 Swedia 1868-1890 Industri Kayu
7 Jepang 1878-1900 Industri Sutera
8 Rusia 1890-1914 Jaringan Jalan KA
9 Kanada 1896-1914 Jaringan Jalan KA
10 Argentina 1935 Industri Subst Impor
11 Turki 1937
12 India 1952
13 RRC 1952


4. Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)
Kondisi masyarakat sudah secara efektif mengg. Teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan kekayaan alam. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sector pemimpin yang mengalami kemunduran.
Karakteristik non ekonomi pada tahap menuju kedewasaan: Struktur dan keahlian tenaga kerja berubah
1) Kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi.
2) Sektor indusri bertambah penting peranannya, Sektor pertanian menurun peranannya.
3) Sifat kepemimpinan dalam perush. mengalami perubahan. Peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik. Masyarakat bosan dgn keajaiban yang diciptakan industrialisasi shg timbul kritik-kritik.

Negara yang mencapai tahap ini (WW Rostow): Inggris (1850), USA (1900), Jerman dan Perancis (1910), Swedia (1930) Jepang (1940) Rusia dan Kanada (1950).

5. Tahap Konsumsi Tinggi (The Age og High Mass Consumption)
Perhatian masyarakat menekankan pada masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan masalah produksi.
3 macam tujuan masyarakat yang ingin dicapai pada tahap ini:
1. Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan berakibat penjajahan terhadap bangsa lain
2. Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) (Negara Persemakmuran = Comment Wealth) dgn cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistim pajak progresif (semakin banyak semakin besa)
3. Meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah.

Negara pertama mencapai tahap ini : USA ( Tahun 1920), Inggris (Tahun 1930), Jepang dan Eropa Barat (Tahun 1950) Rusia (Pasca Stalin)

B. TEORI SCHUMPETER

Sistim kapitalisme adalah sistim yang paling baik menciptakan pembangunan ekonomi
namun dalam jangka panjang sistim kapitalisme akan mengalami stagnasi.
FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERKEMBANGAN EKONOMI: Proses inovasi oleh Inovator atau Wiraswasta (ENTREPREUNER).
INOVASI MEMPUNYAI 3 PENGARUH:
Diperkenalkan teknologi baru
Keuntungan lebih (monopolistis), sumber dana akumulasi modal.
Timbul proses peniruan (imitasi); meniru teknologi.


FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG INOVASI:
Schumpeter: Ada 5 kegiatan dalam inovasi:
1. Diperkenalkan produk baru yang sebelumnya tidak ada.
2. Diperkenalkannya cara produksi baru
3. Pembukaan daerah pasar baru
4. Penemuan sumber bahan mentah baru
5. Perubahan organisasi industri adalah EFISIENSI INDUSTRI

SYARAT-SYARAT TERJADINYA INOVASI :
Ada calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) dalam masyarakat
Ada lingkungan sosial, politik & teknologi untuk merangsang semangat inovasi & pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.

Ada 2 faktor penunjang lain, yaitu :
1. Tersedia cadangan ide-ide baru secara memadai
2. Ada sistim perkreditan yang menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan.

C. TEORI KETERGANTUNGAN
• Tergabungnya secara paksa (FORCED INCORPORATED) daerah-daerah pinggiran ke dalam ekonomi kapitalisme dunia; penyebab keterbelakangan (UNDERDEVELOPED) Negara yang bersangkutan.
• IMPLIKASI adalah Tanpa kolonialisme dan integrasi ke sistim kapitalisme dunia, NEGARA YANG BERSANGKUTAN mampu mencapai tingkat kesejahteraan tinggi dan dapat mengembangkan pengolahan (MANUFACTURING) mereka atas usaha dan kekuatan sendiri.
• Mengabaikan faktor-faktor intern; struktur sosial budaya & pola perilaku masyarakat prakolonial.
• Terlalu melebihkan EFISIENSI ADMINISTRATIF untuk menekankan kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara untuk mengalami suatu transisi KAPITALISME BORJUIS.


BAB V
STRATEGI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI

A. STRATEGI UPAYA MINIMUM KRITIS (CRITICAL MINIMUM EFFORT)
- Menaikkan pendapatan perkapita pada tingkat pembangunan berkesinambungan (SUSTAINABLE) Õ terjadi HARVEY LEIBSTEIN.
- Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.
Hambatan adalah menurunkan pendapatan perkapita dari tingkat sebelumnya
Rangsangan adalah menaikkan pendapatan perkapita

PERTUMBUHAN PENDUDUK FUNGSI DARI PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan naik, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika melampaui titik tersebut, kenaikan pendapatan perkapita menurunkan tingkat kesuburan. Dan ketika pembangunan mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan penduduk turun (LEIBSTEIN).
Dengan kenaikan pendapatan perkapita, keinginan memperoleh anak semakin berkurang. Spesialisasi meningkat dan Mobilitas ekonomi & sosial ; kenyataan mengurus anak sangat sulit dan mahal. Maka laju pertumbuhan penduduk KONSTAN dan menurun (TESIS KAPILARITAS SOSIAL DUMONT).

Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis:
1. Skala disekonomis internal; akibat tidak dapat dibaginya faktor produksi.
2. Skala disekonomis external; akibat ketergantungan eksternal, hambatan budaya dan kelembagaan di negara berkembang.

AGEN PERTUMBUHAN
1. Pengusaha
2. Investor
3. Penabung
4. Inovator

Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan sehingga memunculkan:
1. Kewiraswastaan
2. Peningkatan sumber pengetahuan
3. Pengembangan keterampilan produktif masyarakat
4. Peningkatan laju tabungan dan investasi

RANGSANGAN PERTUMBUHAN
1. Rangsangan ZERO-SUM
- Tidak meningkatkan pendapatan nasional tetapi bersifat upaya distributif
- Kegiatan bukan dagang ; posisi monopolistik, kekuatan politik & prestise sosial
- Kegiatan dagang , tidak menambah sumber agregat
- Kegiatan spekulatif, memboroskan sumber kewiraswastaan yang langka
- Kegiatan tabungan netto ; nilai sosial nibil / lebih rendah dari privatnya.
2. Rangsangan POSITIVE-SUM
Menuju pada pengembangan pendapatan nasional
Dalam ekonomi terbelakang, ada pengaruh bersifat anti perubahan yang menekan pendapatan perkapita:
1. Kegiatan usaha ZERO-SUM, pembatasan peluang ekonomi
2. Tindakan konservatif para buruh yang terorganisir menentang perubahan
3. Perlawanan terhadap gagasan dan pengetahuan baru dan daya tarik pengtahuan
4. Kenaikan pengeluaran konsumsi mewah pribadi / publik ; tidak produktif
5. Pertumbuhan penduduk & Angkatan buruh.

Upaya minimum kritis mengatasi pengaruh perekonomian terbelakang agar laju pertumbuhan ekonomi merangsang POSITIVE-SUM menjadi lebih besar dari ZERO-SUM, shg pendapatan perkapita naik, tabungan & investasi naik, yaitu:
1. Ekspansi agen pertumbuhan
2. Sumbangan masyarakat terhadap. per unit modal naik seiring rasio modal output turun.
3. Berkurangnya keefektifan faktor-faktor penghambat pertumbuhan
4. Penciptaan kondisi lingkungan dan sosial ; mobilitas ekonomi dan sosial naik.
5. Peningkatan spesialisasi dan perkembangan sektor sekunder dan tersier.

B. STRATEGI PEMBANGUNAN SEIMBANG
Para ekonom Teori Dorongan Besar-Besaran (BIG PUSH THEORY)
Yaitu pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan (SIMULTANEOUS) sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar. Diperlukan keseimbangan antara DEMAND & SUPPLY.
TUJUAN UTAMA: menciptakan jenis industri yang berkaitan erat satu dgn yang lain shg setiap industri memperoleh EKSTERNALITAS EKONOMI sbg akibat INDUSTRIALISASI.

Menurut REINSTEIN-RODAN, pembangunan industri besar-besaran menciptakan 3 macam eksternalitas ekonomi, yaitu:
1. Yang diakibatkan oleh perluasan pasar
2. Karena industri yang sama letaknya berdekatan
3. Karena adanya industri lain dalam perekonomian tersebut.

SCITOVSKY Eksternalitas: jasa-jasa yang diperoleh dgn cuma-cuma oleh suatu industri dari satu atau beberapa industri.

C. STRATEGI PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG

ALBERT O. HIRSCHMAN dan PAUL STREETEN adalah pola yang lebih cocok untuk mempercepat pembangunan di Negara yang bersangkutan, karena :
1. Secara historis pembangunan ekonomi coraknya tidak seimbang
2. Mempertinggi efesiensi penggunaan Sumber daya tersedia
3. Pembangunan tak seimbang menimbulkan KEMACETAN (BETTLENECKS) yaitu gangguan dalam proses pembangunan tetapi akan menjadi pendorong pembangunan selanjutnya.
Pembangunan tak seimbang antara sektor prasarana & sektor produktif

Cara pengalokasian sumber daya ada 2 bagian :
1. Cara pilihan pengganti (SUBSTITUTION CHOICES)
Menentukan proyek yang harus dilaksanakan
2. Cara pilihan penundaan (POSTPONEMENT CHOICES)
Menentukan urutan proyek yang harus didahulukan pelaksanaannya.

HIRSCHMAN : Menganalisis alokasi sumber daya sektor prasarana (Social Everhead Capital = SOC) dgn sektor produktif yang menghasilkan brg kebutuhan masyarakat (Directly Productive Activities = DPA). Ada 3 pendekatan :
1. Pembangunan yang seimbang antar kedua sektor
2. Pembangunan tidak seimbang dimana sektor prasarana lebih ditekankan.
3. Pembangunan tidak seimbang dimana sektor produktif lebih ditekankan.
Kegiatan ekonomi mencapai efisien & optimal, jika :
1. Sumber daya dialokasikan DPA & SOC, pada tingkat produksi maksimum
2. Pada tingkat produksi tertentu, jumlah sumber daya digunakan DPA sedangkan SOC jumlahnya menurun.

PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG DALAM SEKTOR PRODUKTIF
Mekanisme pendorong pembangunan (INDUCEMENT MECHANISM) ada 2 :
1. Pengaruh keterkaitan ke belakang (Backward Linkage Effects)
2. Tingkat rangsangan yang diciptakan pembangunan industri terhadap perkembangan industri yang menyediakan input bagi industri tersebut.
3. Pengaruh keterkaitan ke depan (Forward Linkage Effects)
4. Rangsangan yang diciptakan oleh pembangunan industri terhadap perkembangn industri yang menggunakan produk industri yang pertama sbg input mereka.

Berdasarkan pada tingkat keterkaitan antar industri, ada 2 golongan:
1. Industri SATELIT (SATELITY INDUSTRY)
- Lokasi berdekatan dgn industri induk mempertinggi efisiensi
- Input utama berasal dari produk industri induk
- Besarnya industri tidak melebihi industri induk.
2. Industri NON SATELIT (NON SATELITY INDUSTRY)

CHENERY & WATANABE * Penggolongan industri ada 4 golongan:
1. Industri barang setengah jadi
2. Industri barang jadi
3. Industri barang setengah jadi sektor primer
4. Industri barang jadi sektor primer.


BAB VI
PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI


A. PENGERTIAN
CONYERS & HILLS (1994); Suatu proses yang bersinambung & mencakup keputusan¬ atau pilihan¬ berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan¬ tertentu pada masa yang akan datang.
Berdasarkan definisi di atas terdapat 4 elemen perencanaan.
1. Merencanakan berarti memilih
2. Perencanaan merupakan alat pengalokasian sumber daya
3. Perencanaan merupakan alat untuk mencapai tujuan
4. Perencanaan untuk masa depan

ARTHUR LEWIS (1966) dalam buku “DEVELOPMENT PLANNING”, membagi perencanaan dalam 6 pengertian:
1. Berarti faktor letak geografis, bangunan, tempat tinggal, bioskop, dan lain-lain. Di Negara yang bersangkutan adalah
o Perencanaan kota & negara (Town & Country Planning)
o Perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning)
o Perencanaan fisik (Physical Planning)
o Perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning)
2. Berarti keputusan penggunaan dana pemerintah di masa datang
3. Berarti ekonomi berencana
4. Perencanaan kadangkala setiap penentuan sasaran produksi pemerintah
5. Penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan
6. Perencanaan kadangkala untuk menggambarkan sarana pemerintah

B. CIRI-CIRI PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI:
a) Usaha mencapai perkembangan sosial ekonomi mantap (Steady social economic growth). Tercermin pada pertumbuhan ekonomi positif.
b) Usaha meningkatkan pendapatan
c) Usaha perubahan struktur ekonomi ; Usaha diversifikasi ekonomi
d) Usaha perluasan kesempatan kerja
e) Usaha pemerataan pembangunan ; DISTRIBUTIVE JUSTICE
f) Usaha pembinaan lembaga ekonomi masyarakat
g) Usaha terus menerus menjaga stabilitas ekonomi

C. FUNGSI PERENCANAAN:
1. Terdapat pengarahan kegiatan, pedoman kegiatan kpada pencapain tujuan pembangunan
2. Terdapat perkiraan potensi, prospek perkembangan, hambatan & risiko masa yang akan datang
3. Memberi kesempatan mengadakan pilihan terbaik
4. Dilakukan penyusunan skala priorotas dari segi pentingnya tujuan
5. Sbg alat mengukur / standar terhadap pengawasan evaluasi.

Dari sudut pandang ekonomi, perlunya perencanaan adalah:
1. Agar penggunaan sumber pembangunan terbatas dapat efesien dan efektif, shg terhindar dari pemborosan.
2. Agar perkembangan / pertumbuhan ekonomi menjadi mantap
3. Agar tercapai stabilitas ekonomi dalam menghadapi siklus konjungtur.

D. SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN PERENCANAAN:
1. Komisi perencanaan ; terorganisir dan ahli.
2. Data statistik
3. Tujuan
4. Penetapan sasaran & prioritas ; secara makro dan sektoral
5. Mobilisasi sumber daya ; luar negeri & dalam negeri (Saving, Laba & Pajak)
6. Kesinambungan perencanaan.
7. Sistim administrasi yang efesien ; kuat, tidak korup (Lewis)
8. Kebijaksanaan pembangunan yang tepat
9. Administrasi yang ekonomis
10. Dasar pendidikan.
11. Teori konsumsi; menurut GALBRAITH (1962)
12. Dukungan masyarakat; rencana nasional

E. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Usaha-usaha perencanaan ekonomi masa ORDE LAMA:
1. Tahun 1947 : PLAN PRODUKSI TIGA TAHUN RI yaitu : Tahun 1948, 1949 & 1950: Bidang-bidang : Pertanian, peternakan, perindustrian & kehutanan
2. Tahun 1952 : Usaha perencanaan lebih menyeluruh, tetap SEKTOR PUBLIK
3. Tahun 1956 - 1960 : REPELITA

Tahun 1961-1969 : RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL SEMESTA BERENCANA
Jangka waktu 8 tahun terbagi atas 3 tahun & 5 tahun.

Program STABILISASI & REHABILITASI EKONOMI PEMBANGUNAN sejak ORDE BARU, berpangkal pada NATION BUILDING, meliputi :
1. JANGKA PANJANG : Pendekatan pembangunan utuh dan terpadu (UNIFIED & INTERGRATIF) antar aspek kehidupan masyarakat
2. JANGKA MENENGAH: Pembangunan sektor pertanian dan pengembagnan sektor sosial menuju kesejahteraan & keadilan sosial.

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PEMBANGUNAN:
1. Mengurangi jumlah tabungan yang diciptakan anggota masyarakat
2. Corak penanaman modal lebih banyak untuk pendidikan & sarana sosial
3. Pemerataan pendapatan terjadi jurag antara golongan masyarakat
4. Strategi pemulihan teknologi yang akan digunakan
5. Mempercepat kenaikan produksi barang makanan
6. Perkembangan ekspor impor, ekspor impor


BAB VII
SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN


1. Tabungan Dalam Negeri
  • a. Sumber : Tabungan perusahaan & Tabungan rumah tangga
  • b. Tabungan Luar Negeri
  • c. Sumber : Tabungan pemerintah asing (LN) dan tabungan swasta asing

2. Investasi dan Pertumbuhan
3. Effisiensi penggunaan modal
4. Sumber dana dari luar negeri : pemerintah / swasta
5. Bantuan luar negeri

Lembaga-Lembaga Bantuan Internasional
1. The Asian Development Bank (ADB)
2. Bank Dunia (World Bank) : IMF Badan Perwakilan Bank Dunia.

DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI TERHADAP PEMBANGUNAN

Pendekatan Two Gap Model: Bantuan & tabungan luar negeri penyumbang terbesar untuk investasi atau memperbesar impor (memperoleh devisa).
  • Kenyataan bahwa tingkat pertumbuhan negara penerima bantuan tidak begitu tinggi. (Pendekatan Harod Domar kurang tepat).
  • Negara yang bersangkutan mengalami kekurangan input komplemen ; kecakapan tenaga kerja, kapasitas administratif, infrastruktur, institusi ekonomi & stabilitas politik. Tingkat tabungan tinggi tidak mampu mendorong pertumbuhan.
  • Bantuan luar negeri tidak dapat menyumbang kenaikan tabungan / impor.
  • Bantuan luar negeri tidak menambah tabungan domestik, shg menaikan konsumsi & impor dan menurunkan investasi & ekspor.
  • Menurut teori ekonomi bantuan menaikan konsumsi & investasi.

MANFAAT INVESTASI ASING
1. Menciptakan perluasan kerja
2. Proses alih teknologi & keterampilan yang bermanfaat, Know How
3. Sbg sumber tabungan / devisa

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN NEGARA YANG BERSANGKUTAN TERHADAP INVESTASI ASING 
Menggunakan Kebijakan Restriktif:
- Prasyarat kinerja
- Hukum Kejenuhan (Saturation)
- Pengendalian Repatriasi Laba
Menggunakan Kebijakan Insentif (Rangsangan) adalah pajak.

PINJAMAN KOMERSIAL
Sumber dana luar negeri yang sangat cepat perkembangannya adalah pinjaman swasta, berasal dari 3 sumber :
  1. BOND LENDING: Bentuk investasi portofolio, pembelian saham perusahaan-perusahaan NSB oleh pihak asing
  2. PINJAMAN KOMERSIAL: Dari bank-bank luar negeri, pasar EUROCURRENCY.
  3. KREDIT EKSPOR


BAB VIII
PERMASALAHAN PEMBANGUNAN


A. PERTUMBUHAN EKONOMI
Konsep dasar teori pertumbuhan ekonomi dengan kerangka analisis kemungkinan produksi sederhana (SIMPLE PRODUCTION POSSIBILITY) : untuk melihat tingkat, komposisi dan pertumbuhan output nasional.

FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI
1. Akumulasi modal
2. Pertumbuhan penduduk
3. Kemajuan teknologi

Ada 3 macam klasifikasi kemajuan teknologi :
- Netral
- Hemat tenaga kerja (Labor Saving)
- Hemat modal (Capital Saving)

KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN EKONOMI MODERN
SIMON KUZNETS (Nobel Ekonomi 1971) mendefinisikan PERTUMBUHAN EKONOMI: peningkatan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi bagi penduduknya; pertumbuhan kemampuan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.

Definisi tersebut ada 3 komponen pokok yang penting, yaitu:
1. Kenaikan output nasional secara terus menerus
2. Kemajuan teknologi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi
3. Penyesuaian kelembagaan, sikap dan ideologi.

KUZNETS memisahkan 6 karakteristik proses pertumbuhan pada hampir semua negara maju:

DUA VARIABEL EKONOMI AGREGATIF
  1. Tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan penduduk
  2. Tingginya tingkat kenaikan produktivitas faktor produksi secara keseluruhan, terutama produktivitas tenaga kerja.

DUA VARIABEL TRANSFORMASI STRUKTURAL
  1. Tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi
  2. Tingginya tingkat transformasi sosial dan ideologi

DUA FAKTOR yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional:
  1. Kecenderungan negara-negara maju secara ekonomis untuk menjangkau seluruh dunia untuk mendapatkan pasar dan bahan baku.
  2. Pertumbuhan ekonomi ini hanya terbatas pada sepertiga populasi dunia.


B. KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN NEGARA YANG BERSANGKUTAN

Menurut IRMA ADELMAN & CYNTHIA TAFT MORRIS (1973) ada 8:
  1. Pertambahan penduduk tinggi, sehingga pendapatan perkapita menurun
  2. Inflasi: dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proposional dengan pertambahan produksi barang-barang.
  3. Ketidakmerataan pembangunan antar daerah
  4. Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek padat modal (Capital Intensive) shg prosentase pendapatan modal dari harta tambahan besar dibandingkan dengan prosentase pendapatan yang berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
  5. Rendahnya mobilitas sosial
  6. Pelaksanaan kebijaksanaan industri substitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
  7. Memburuknya nilai tukar (Term of Trade) bagi Negara yang bersangkutan dalam perdagangan dgn negara-negara maju, sebagai akibat ketidakelastisan permintaan negara-negara terhadap barang-barang ekpsor Negara yang bersangkutan
  8. Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat, seperti pertukangan, industri rumah tangga dan lain-lain.

C. KEMISKINAN
Ukuran kemiskinan:
1. Kemiskinan Absolut
Konsep kemiskinan dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan. Konsep ini dimaksudkan untuk menentukan tingkat pendapatan minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik terhadap makanan, pakaian, dan perumahan untuk menjamin kelangsungan hidup (Todaro, 1997)
2. Kemiskinan Relatif
Bersifat dinamis, shg kemiskinan akan selalu ada.

INDIKATOR KEMISKINAN
1. Tingkat konsumsi beras
2. Tingkat pendapatan
3. Indikator kesejahteraan rakyat

Publikasi UN (1961) berjudul “INTERNATIONAL DEFINITION AND MEASUREMNT OF LEVELS OF LIVING: AN INTERIM GUIDE” Ada 9 Komponen kesejahteraan:

1. Kesehatan
2. Konsumsi makanan & gizi
3. Pendidikan
4. Kesempatan Kerja
5. Perumahan
6. Jaminan sosial
7. Sandang
8. Rekreasi
9. Kebebasan

STRATEGI KEBIJAKAN MENGURANGI KEMISKINAN
1. Pembangunan pertanian
2. Pembangunan SDM
3. Peranan LSM

Bentuk & macam organisasi kemasyarakatan ada 4 katagori :
- LSM
- LPSM
- Organisasi Sosial lain
- Organisasi Semi Pemerintah


BAB IX
FAKTOR PENGHAMBAT PEMBANGUNAN


A. FAKTOR DALAM NEGERI
1. Faktor Pertumbuhan penduduk
Dapat merupakan penghambat, karena :
- Bisa mengakibatkan pengangguran,
- Produktivitas rendah
- Jumlah pendapatan perkapita rendah
- Hasrat berinvestasi rendah
- Distribusi pendapatan semakin tidak merata komposisinya.
- Dapat menimbulkan urbanisasi
- Kemampuan ekspor menurun timbul keinginan utk impor

Dapat merupakan pendorong pembangunan, karena:
- Memungkinkan bertambahnya tenaga kerja
- Memperluas perkembangan pasar
- Peningkatan teknologi terutama teknologi bahan pangan

Pengaruh langsung pertumbuhan penduduk terhadap kesejahteraan dikemukakan oleh RR NELSON & H. Leibstein
Dibagi 2 : Jangka pendek & jangka panjang
1. Dalam jangka pendek
Pertumbuhan penduduk di negara berkembang menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat telah mengalami perbaikan yang berarti.
2. Dalam jangka panjang
Tingkat kesejahteraan menurun di mana tingkat pendapatan = pendapatan cukup hidup.

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PEMBANGUNAN:
1. Mengurangi jumlah tabungan yang diciptakan anggota masyarakat
2. Corak penanaman modal lebih banyak untuk pendidikan & sarana sosial
3. Pemerataan pendapatan terjadi jurang antara golongan masyarakat
4. Strategi pemulihan teknologi yang akan digunakan
5. Mempercepat kenaikan produksi barang makanan
6. Perkembangan ekspor impor, ekspor impor

2. Faktor Penghambat Pembangunan Dualisme
Konsep Dualisme: Perbedaan antara bangsa kaya dan miskin, perbedaab antara berbagai golongan masyarakat yang semakin meningkat. 4 Unsur pokok Konsep Dualisme:
1. Dua keadaan yang berbeda: Superior dan inferior
2. Kenyataan hidup perbedaan bersifat kronis dan bukan transisional.
3. Derajat superioritas atau inferioritas terus meningkat
4. Keterkaitan antar unsur berpengaruh kecil.

Dualisme dapat dibedakan beberapa macam
1. Dualisme Sosial:
J.H. BOEKE (Ekonom Belanda): Suatu pertentangan sistim sosial yang diimpor dengan sistim sosial pribumi yang memiliki corak berbeda.
2. Dualisme Ekologis:
CLIFFORD GEERTZ (1963): Perbedaan dalam sistim ekologis. Menggambarkan pola-pola sosial ekonomi menyatu dalam keseimbangan internal.
3. Dualisme Teknologi:
BENJAMIN HIGGINS (1956): Suatu keadaan dimana dalam suatu bidang kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik produksi & organisasi produksi yang sangat berbeda coraknya.
4. Dualisme Finansial:
HLA MYINT (1967): dimana ada pasar modal / uang yang sangat berbeda, ada yang terorganisir (melalui bank, bursa efek) dan tidak terorganisir (tuan tanah, rentenir).
5. Dualisme Regional:
Dibicarakan Para Ahli (1960) : Yaitu adanya ketidakseimbangan pembangunan di berbagai daerah dalam suatu wilayah negara. Dualisme Regional dibedakan 2 jenis, yaitu :
Dualisme antara daerah perkotaan dan pedesaan
Dualisme antara pusat negara, pusat industri dan perdagangan dengan daerah-daerah lain dalam negara tersebut.
Dengan adanya dualisme mengakibatkan ketidakmampuan shg sumber daya yang ada di Negara yang bersangkutan tidak digunakan secara efesien: Kurva Kemungkinan Produksi (PRODUCTION POSSIBILITIES CURVE)

3. Lingkaran Perangkap Kemiskinan (The VICIOUS CYRCLES)
yaitu suatu rangkaian kekuatan-kekuatan yang saling mempengaruhi satu sama lain sedemikian rupa shg menimbulkan keadaan dimana suatu negara akan tetap miskin dan akan mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.
Ada 2 teori jenis lingkaran perangkap kemiskinan NURKSE:
1. Dari segi penawaran modal: Tingkat pendapatan masyarakat rendah karena produktivitas rendah.
2. Dari segi permintaan modal: Peningkatan pembentukan modal bukan hanya dibatasi oleh lingkaran perangkap kemiskinan, tetapi juga oleh INTERNATIONAL DEMOSTRATIVE EFECT, yaitu kecenderungan untuk mencontoh corak konsumsi di kalangan masyarakat yang lebih maju.
TEORI MENURUT MEIER & BALDWIN
Lingkaran perangkap kemiskinan timbul dari hubungan saling mempengaruhi diantara keadaan masyarakat yang terbelakang & tradisional dgn kekayaan alam yang masih belum dikembangkan.

Penyebab adanya lingkaran perangkap kemiskinan:
1. Ketidakmampuan utk menyerahkan tabungan yang cukup
2. Kurangnya perangsang utk melakukan penanaman modal
3. Taraf pendidikan, pengetahuan dan keahlian masing-masing.

B. FAKTOR LUAR NEGERI PENGHAMBAT PEMBANGUNAN:
1. Struktur Ekspor Kolonial: Sebagian ekspor adalah barang-barang hasil pertanian, pertambangan, perikanan yang semuanya berbentuk bahan mentah. Bahan baku tersebut jenisnya sangat terbatas.
2. Proses Sebab Akibat Komulatif: Yaitu sebab-sebab dari bertambah buruknya perbedaan dalam tingkat pembangunan di berbagai daerah, dalam suatu negara.

TEORI MENURUT MYRDAL
1. Back Wash Effect
Yaitu pembangunan di daerah maju akan menciptakan hambatan yang lebih besar kepada daerah-daerah yang terbelakang.

Penyebabnya :
a. Corak perpindahan penduduk yang masih muda & lebih terdidik
b. Corak aliran modal, kurangnya aliran / permintaan modal di daerah miskin. Karena modal lebih terjamin di daerah yang maju.
c. Jaringan transportasi, daerah maju yang lebih baik

2. SPREAD EFFECT
Yaitu perkembangan daerah yang lebih maju dapat mendorong perkembangan di daerah yang miskin: Timbulnya barang hasil pertanian & kerajinan.


SUMBER REFERENSI

Mudrajad Kuncoro. 2006. Ekonomika Pembangunan, Teori, Masalah dan Kebijakan, Edisi Keempat.   UPP STIM YKPN Yogyakarta.
Liconlin Arsyad, 2004. Ekonomi Pembangunan, Edisi kedua. Bagian Penertiban Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta
Liconlin Arsyad, 2005. Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi kedua. BPFE Yogyakarta
M.L. Jhingan. 2007. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Sadono Sukirno. 2007. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Kencana Prenada Media Group
Kunarjo. 2002. Perencanaan dan Pengendalian Program Pembangunan. Lembaga Penerbit FE – UI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar